- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Diposting oleh
Taufik Samantamuh
pada tanggal
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Matahari terbenam perlahan di ufuk barat, menandakan hari yang panjang telah berakhir. Aku duduk di tepi jendela, memandangi langit yang mulai memerah. Setiap senja mengingatkanku pada momen yang paling aku nantikan: hujan. Aku adalah Rain, seorang anak kecil yang sangat mencintai hujan.
Bagiku, hujan bukanlah sekadar fenomena alam yang biasa. Bagiku, hujan adalah epilog yang dinantikan ketika semua kepenatan dan kemarau melanda. Aku masih mengingat dengan jelas bagaimana hujan menyapa kehidupanku saat aku dilahirkan. Ayahku selalu bercerita bahwa saat itu adalah siang hari yang cerah, namun begitu aku tiba di dunia ini, hujan turun dengan lembut. Sejak saat itu, aku merasa bahwa hujan memiliki ikatan khusus denganku.
Setiap kali hujan turun, aku merasakan kegembiraan yang tak terkira. Aku melompat-lompat di genangan air, merasakan tetesan hujan yang lembut di wajahku. Aku tahu bahwa air hujan membawa ketenangan dalam setiap tetesnya. Suara riakannya menenangkan jiwa dan pikiranku. Saat hujan turun, dunia menjadi lebih damai.
Tidak seperti kebanyakan anak-anak seusiaku yang lebih suka bermain di bawah sinar matahari terik, aku lebih memilih untuk berada di luar saat hujan. Aku menghabiskan waktu berjam-jam berlarian di taman, menangkap tetesan hujan dengan telapak tanganku. Saat itu, aku merasa terhubung dengan alam, seolah menjadi bagian dari siklus kehidupan yang tak terpisahkan.
Namun, dalam kebahagiaanku yang terpancar dari hujan, terdapat sebuah rahasia yang tersirat. Seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa hujan juga bisa membawa kesedihan dan kehilangan. Ada tetesan hujan yang mengalir di mata orang-orang yang mencintai mereka yang telah pergi. Aku menyaksikan betapa hujan bisa menjadi simbol kesedihan bagi mereka yang menangis di bawahnya.
Saat aku tumbuh dewasa, pengertian tentang hujan semakin mendalam. Aku belajar bahwa hujan adalah anugerah alam yang memberikan kehidupan bagi tanaman, memberi minuman bagi sungai-sungai, dan membersihkan bumi dari kotoran. Hujan mengajarkanku arti pentingnya kesuburan dan pembaruan.
Kini, aku duduk di tepi jendela, menatap langit yang memudar menjadi hitam. Aku merasakan hawa lembab dan mendengar suara gemuruh di kejauhan. Hujan sedang datang. Hujan yang akan membawa berbagai cerita kehidupan yang tersembunyi di balik tetesan-tetesan airnya.
Dalam setiap tetes hujan yang jatuh di wajahku, aku merasakan sentuhan kasih sayang dari alam semesta. Hujan adalah epilog yang dinantikan dalam cerita hidupku. Dan saat hujan turun, aku merasa hidupku benar-benar hidup, seperti ada keajaiban yang melintas di antara tetesan-tetesan air yang jatuh.
Malam ini, aku akan keluar dan berlarian di bawah hujan. Aku akan merasakan ketenangan dalam setiap tetes hujan yang mengenai tubuhku. Aku akan membiarkan hujan membersihkan pikiranku dan mengisi hatiku dengan kebahagiaan.
Hujan dimusim itu dan hujan yang menetes di mata orang yang mencintainya. Hujan adalah cerita yang tak terucapkan, namun terasa begitu dalam di hatiku. Aku adalah Rain, dan hujan adalah bagian tak terpisahkan dari diriku.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar