- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Diposting oleh
Taufik Samantamuh
pada tanggal
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dalam irama waktu yang terus berhenti,
Intermezo kematian merasuk ke dalam jiwa.
Umur yang semakin tipis, ajal yang semakin dekat,
Sungguh, kegundahan terasa begitu dalam.
Seperti air yang meninggalkan lautan luas,
Aku merenung pada takdir yang tak terbendung.
Tubuhku semakin layu, layaknya daun yang berguguran,
Tenaga terkikis, otak tak lagi berfungsi.
Ah... Izrail menanti dengan sabar,
Menggenggam memorandum takdirku.
Aku lemah, tak berdaya, tak berdetak lagi,
Menghadap Tuhan, dan membiarkan harapan mati.
Namun, dalam intermezo ini, aku menyadari,
Kematian hanyalah pintu menuju keabadian.
Hidup yang fana akan pudar dengan sendirinya,
Namun roh takkan pernah mati, ia akan terbang bebas.
Intermezo kematian, sebentar dalam perjalanan,
Menyingkap misteri di balik kehidupan singkat.
Hadirkanlah arti sejati, makna yang hakiki,
Hingga akhirnya, kita berjumpa di keabadian.
Maka, sambutlah kematian dengan ketenangan,
Sebagai bagian dari perjalanan yang tak terpisahkan.
Dalam intermezo ini, kita temukan kebijaksanaan,
Dan ikhtiarkan hidup dengan penuh harapan.
Serang, 2012

Komentar
Posting Komentar