- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Diposting oleh
Taufik Samantamuh
pada tanggal
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sebelum Hujan Turun
Di senja merah sebelum hujan tiba,
Rinduku membara dalam sunyi yang sepi.
Jejak kenangan melaju dengan getir,
Sebelum air mata langit menetes deras.
Awan hitam menari di langit biru,
Cerita pilu terpahat dalam senandung senja.
Perpisahan merona dalam gerimis peluh,
Sebelum hujan turun, menghapus jejak kita.
Hening sejenak sebelum gerimis mengalir,
Kenangan menggelayut, memeluk dalam keheningan.
Puisi sedih terukir dalam senyum terakhir,
Sebelum hujan turun, membawa perpisahan.
Hujan, disaat kau datang
Rintik air menusuk malam sepi
Peluk dingin, cermin luka terpendam
Detak waktu merajut kenangan
Hujan, kau bawa pilu lembut
Namun dalam tetes, terselip kepedihan
Senja merona, hujan berbicara
Luka tergores, kita berbagi diam
Dalam pelukan hujan, rahasia tak terucapkan
Kuhapus Jejak Hujan di Pipimu
Kuhapus jejak hujan di pipimu,
Di antara senyum yang perlahan memudar.
Seperti peluk hangat mentari pagi,
Yang berusaha mengusir malam yang redup.
Jejak-jejak itu bagai tanda waktu,
Yang merajut kisah di wajahmu yang lembut.
Saat tetes-tetes hujan mencium bibirmu,
Aku ingin memutar kembali detik itu.
Di pipimu, kutemukan peluk embun,
Yang menyelinap dari kelopak bunga.
Seakan menyaksikan rahasia hatimu,
Menceritakan cerita dalam setiap lekuknya.
Hujan telah pergi, namun jejaknya terukir,
Dalam ingatan yang terukir dalam kalbu.
Aku berusaha menghapusnya perlahan,
Namun kenangan itu terlalu indah untuk dilupakan.
Jejak hujan di pipimu,
Menyisakan cerita yang takkan terlupakan.
Sebuah kisah tentang cinta dan perpisahan,
Yang terukir indah di setiap detiknya.
Biarlah hujan berlalu, namun kenangan abadi,
Seperti jejak yang terukir di pipimu.
Kuhapus dengan cinta, pelan namun pasti,
Tetapi kisah ini takkan pernah terhapus.
Antara Rintik dan Tangis
Di pagi yang basah oleh rintik hujan lembut,
Cerita cinta kita pun turun dalam goresan air.
Setetes demi setetes, seperti tangisan di langit,
Hubungan kita pun basah oleh emosi yang tercipta.
Rintik hujan menyapa bunga-bunga kembang,
Seolah menyaksikan kisah cinta yang tumbuh dan berkembang.
Namun, dalam setiap riak air yang jatuh,
Tersembunyi pula getaran hati yang terasa semakin rapuh
Begitu juga dengan hubungan kita yang basah oleh tangisan,
Sebuah cerita yang terukir dalam setiap air mata yang jatuh.
Tak selalu senyum menyinari pagi yang basah,
Terkadang, tangisan menjadi benang penganyamkebersamaan kita.
Hujan membawa pelukan langit yang penuh makna,
Sama seperti pelukan kita yang erat saat air mata membasahi pipi.
Kelembutan pagi yang basah tak berbeda dengan pelukan hangat,
Menyirami hati yang tengah berjuang melawan cobaan.
Pagi yang basah, kisah cinta yang terus mengalir,
Antara rintik hujan dan air mata yang bergulir.
Meski basah, namun kelembutan tetap terasa,
Sebab di setiap tetesnya, ada cerita cinta yang abadi.
Selepas Hujan Turun
Di sudut kota yang sunyi,
Hujan turun pelan, seakan menyapa diri.
Setiap tetes menggema, serasa nyanyian rahasia,
Dalam detik hujan, kita temukan cerita.
Dan kamu, hadir di sini,
Bagai irama hujan menyentuh hati ini.
Di dalam pelukan rintik, kita berdua,
Terukir kisah, tentang hujan dan kita.
Hujan membasahi, seperti cinta yang hadir,
Kamu dan aku, bersatu dalam detik ini.
Di setiap jatuhnya, ada getar dalam hati,
Begitu indah, hujan dan cinta menyatu.
Jalan yang basah, langkah kita bersama,
Senyummu seperti pelangi saat hujan reda.
Kisah kita tertiup angin, disampaikan hujan,
Dalam gemuruhnya, kita temukan arti bahagia.
Rintik ini bagai pesan, dari langit untuk kita,
Tentang kita berdua, di bawah hujan yang turun.
Dan dalam pelukanmu, aku merasakan bahagia,
Seperti hujan yang membasahi bumi kering.
Dalam jejak hujan, kita berjalan bersama,
Begitu indah, hujan dan kamu, abadi dalam hati ini.
Tentang hujan dan kau
Di langit biru langkah awan merayap,
Hujan turun pelan, membawa pesan rahasia.
Titik-titik jatuh, seperti detik-detik waktu,
Menggenggam cerita, menyampaikan pesan dalam.
Dengarlah, hati yang resah,
Hujan ini bukan sekadar tetes-tetes air,
Melainkan puisi yang tertulis di langit,
Pesan yang mengalir dalam irama hujan.
Setiap tetes hujan, seakan menari,
Menyusuri jendela, menyapa bumi yang haus.
Di dalam irama gemuruhnya, tersembunyi misteri,
Pesona yang mengalir, bagai nyanyian alam yang suci.
Hujan pembawa pesan dari langit
Menyirami bumi, menyapa daun-daun yang rindu.
Dalam setiap tetesnya, terukir harapan,
Menyampaikan pesan dari alam yang penuh makna.
Mendengar hujan, kita diajak merenung,
Mengurai pesan yang tersembunyi dalam gemuruh.
Mungkin itu tentang kehidupan, tentang cinta,
Atau mungkin tentang ketabahan dan harapan.
Hujan tak hanya basah, melainkan penuh arti,
Pesannya terbaca dalam tetes-tetesnya yang jatuh.
Dengarlah dengan hati yang tenang,
Hujan ini membawa pesan dari langit yang damai.
Gerimis serupa Tangis
Gerimis menari lembut di jendela,
Seumpama tangis hati yang terpendam.
Titik-titik air, serupa air mata,
Mengalir perlahan, meresapi kesunyian malam.
Di langit kelabu, awan membisu,
Merintih sepi, mencurahkan gerimis.
Seperti pelukan dari langit yang pilu,
Gerimis menyeka lara yang terlukis.
Seupa tangis, gerimis memahami,
Bahwa kadang-kadang, hati butuh ditemani.
Melodi hujan, seperti suara pelukan,
Merangkul hati yang terombang-ambing.
Dalam gerimis, ada cerita yang hening,
Sebuah puisi yang tak tertulis di mata.
Dengarkanlah, gerimis berkisah,
Tentang perasaan yang tersemat dalam setiap tetesnya.
Dan seiring waktu, gerimis akan pergi,
Menyisakan kenangan di balik tirai malam.
Namun, seupa tangis hati yang dikenang,
Terukir abadi dalam serpihan gerimis yang jatuh.
Pagi ini Kulihat Embun di Matamu
Pagi ini kulihat embun di matamu,
Bening, melingkari seakan menari di ujung bulu mata.
Namun, jauh di balik keindahan itu tersembunyi,
Sejuta makna dalam setiap tetes embun yang membasahi.
Embun itu bukanlah semata kelembutan pagi,
Tapi juga merupakan tangisan yang tersemat dalam diam.
Setiap titik embun adalah sebuah cerita,
Cerita yang tak terucap, namun terasa dalam setiap pandangan.
Mungkin, embun itu adalah rasa yang terpendam,
Cinta atau kerinduan yang tak terucapkan.
Menetes pelan seperti tangisan yang terhenti,
Namun meresap dalam kesunyian pagi yang damai.
Pagi ini, embun di matamu menjadi puisi,
Kisah yang terukir dalam gemulai pagi yang sejuk.
Dalam setiap kilau embun, terpancar keindahan yang terselubung,
Serta getir tangisan yang tak dapat disembunyikan lagi.
Lihatlah, pagi ini dengan matamu yang berkaca,
Embun pun bercerita tentang rahasia hati yang dalam.
Puisi yang tercipta di titik-titik air yang berdansa,
Mengisahkan tentang pagi yang tak hanya basah oleh embun, tapi juga oleh rasa.
Pesan dari Hujan
Hujan turun lembut, pesannya menyapa,
Di setiap tetesnya terdapat rahasia.
Menghiasi bumi dengan sentuhan halus,
Seolah pesan-pesan tersembunyi terucap.
Dengarlah, kata-kata hujan yang diam,
Bukan hanya isaknya yang terdengar samar.
Namun pesan yang tersemat dalam setiap jatuh,
Bagai peluk lembut dari langit yang turun.
"Pesan dari hujan," bisik angin pelan,
Mengajak kita merenungi, meresapi keindahan.
Di tiap goresan air yang jatuh tak terduga,
Tersembunyi makna yang penuh kasih.
Hujan membisikkan tentang kehidupan,
Bahwa setiap titik adalah bagian perjalanan.
Ia mengajarkan kesabaran di dalam hati,
Sebagaimana air yang menembus tanah yang kering.
Pelajaran tentang kebersamaan terdengar jelas,
Ketika tetes-tetes saling bersatu padu.
Mereka tak pernah berjalan sendiri,
Melainkan bersama menuju bumi yang rindu.
Hujan menitipkan pesan tentang kesegaran,
Menghidupkan alam yang haus akan sentuhan.
Seperti pesan hidup yang mengalir tulus,
Memberi warna pada kisah yang tak terduga.
Dalam setiap hujan, ada cerita,
Pesan-pesan yang terukir di alam semesta.
Mendengar dengan hati, kita meresapi,
Keindahan dan makna dalam tetesan itu.
Komentar
Posting Komentar